Logo Partai Pemilu 2009

logo1hanuradepan logo2pkpbdepan logo3pppidepan logo4pprndepan logo5gerindradepan

logo6barnasdepan logo7pkpidepan logo8pksdepan logo9pandepan logo10pib

logo11kedaulatandepan logo12ppddepan logo13pkbdepan logo14ppidepan logo15pnidepan

logo16pdpdepan logo17pakardepan logo18pmbdepan logo19pdidepan logo20pdkdepan

logo21republikandepan logo22pelopordepan

Categories: Uncategorized | 6 Komentar

Navigasi pos

6 thoughts on “Logo Partai Pemilu 2009

  1. Hi, this is a comment.
    To delete a comment, just log in, and view the posts’ comments, there you will have the option to edit or delete them.

  2. elastisitas

    partai politik dan logonya.
    oleh:ADDY DM
    Nuansa pemilu 2009 diwarnai dengan nermacam-macam partai dan atribut logo partai politik yang mewarnai arena jalan-jalan maupun setiap sudut kota dan kampung. Situasi seperti ini dapat kita temui dikota-kota besar sep: Jakarta.Kelihatan partai politik sedang mensosialisasikan gambar logo parpolnya masing-masing.Ini bentuk demokrasi Indonesia yang sedang berproses menuju masyarakat Demokratis yang sedang mencari jati diri.Mainset elit parpol baru sebatas sosialisasi tanda gambar dan logo partai yang saat ini masih sedang disosialisasikan kepada publik pemilih.Padahal publik idealnya menggantungkan harapan lain dari keadaan yang sedang berlangsung saat ini.Mereka butuh kebebasan uang (Ekonomi),Kebebasan Kebodohan(Pendidikan yang Gratis),Kebebasan dari Rasa Takut(Hidup aman dan damai) dalam segala aspek kehidupan.Dalam rubrik logo parpol peserta pemilu 2009 ini perlu kita melakukan proses pembelajaran demokratis bagi bangsa ini,(Adm)

  3. elastisitas

    Drs. Wahid Rosyadi
    Mendharmabaktikan Diri Untuk Kepentingan Masyarakat
    Jakarta, Demokratis
    Drs. Wahid Rosyadi Caleg DPRD Depok nomor urut 2 dari Partai Gerindra mencalonkan diri menjadi anggota DPRD Kota Depok, bukan karena ambisi pribadi, tapi karena dia merasa terpanggil untuk memenuhi aspirasi masyarakat yang sampai saat ini belum terpenuhi, dan begitu juga dengan dukungan dari semua pihak, baitu orangtua maupun dari teman-teman dekatnya.
    “Saya mencalonkan diri menjadi caleg karena ingin mendharmabaktikan diri untuk masyarakat,” katanya kepada wartawan di Maruyung, belum lama ini.
    Selama ini dirinya memang belum pernah berurusan dengan politik. Dia menjelaskan, dirinya pernah dilarang oleh orangtuanya untuk terjun ke dunia politik. Karena, menurutnya orangtuanya berpolitik itu banyak permainan kotor, dia mencontohkan perbuatan yang tidak baik itu adalah membagi-bagikan uang kepada masyarakat untuk mendapatkan suara.
    Namun menurut lelaki yang ramah ini, politik itu bukanlah hal yang kotor, tapi hanyalah orang-orang yang memainkan politik itu sendiri. “Bukan politiknya yang kotor, tapi oknum-oknumnya,” katanya.
    Mencalonkan diri melalui Partai Gerindra, menurutnya sangatlah tepat. Program Partai Gerindra sendiri sangat jelas, peduli terhadap keluhan masyarakat banyak.
    Disinggung soal programnya jika mendapatkan kursi di DPRD Kota Depok, dia menjelaskan akan terus menomor satukan kepentingan masyarakat banyak. Dia menyoroti pembangunan infrastruktur di Depok yang selama ini sangat lamban. Menurutnya, sejauh ini jalan di Kota Depok khususnya di Kecamatan Limo masih banyak jalan yang belum trealisasi seperti apa yang diharapkan.
    Begitu juga dengan masalah pendidikan, menurutnya perlu membuat suatu pendidikan non pormal seperti balai latihan kerja (BLK) yang belum ada di Kecamatan Limo untuk melatih masyarakat dan membentuk skiil agar dapat disalurkan guna mengurangi angka pengangguran di Depok. (Mario)

  4. elastisitas

    JERRY A.K.SAMBUAGA.MIA IKON MUDA PARTAI GOLKAR.

    OLEH : ADDY DM

    Jakarta,Demokratis
    Partai Golkar dalam pemilu 2009 ini mulai melakukan kaderisasi caleg muda yang berpotensi untuk mengisi kursi legislatif di arena bursa caleg 2009.Sebagaimana pantauan demokratis(addy Dm) yang dalam jumpa dialog langsung dengan Jerry di cikini Jakarta.Memaparkan bahwa JERRY adalah;ikon muda Partai Golkar untuk Caleg yang mewakili DPR RI mewakili Daerah Pemilihan DKI Jakarta II.(Jakarta Pusat-Jakarta Selatan-LuarNegeri)
    Jerry A.K.Sambuaga,MIA.Anak muda ini tercatat sebagai salah satu calon anggota legislatif(Caleg) termuda dari partai Golkar.Ia akan maju berkompetisi pada Pemilu 2009 dengan nomor urut 7(Tujuh).Kendati baru berumur 23 tahun,pria kelahiran Jakarta 2 Juli 19985 ini memiliki dimensi pemikiran yang jauh melampaui usianya.
    JERRY terlahir sebagai putera kedua dari pasangan Theo L.Sambuaga dan Erna Soedaryati Soekardi.Ibarat Pepatah “buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,” JERRY tampaknya sedang mengikuti jejak sang ayah,Theo L.Sambuaga,yang dikenal Publik sebagai politisi kawakan dari Partai Golkar dan pernah memangku jabatan menteri. selain memiliki pengalaman panjang di panggung parlemen ,termasuk menjadi ketua Fraksi Karya Pembanguan dan sekarang ketua komisi I DPR RI.Selain dari ayahnya,Jerry juga mewarisi bakat politik dari kakeknya, yakni mayjen TNI (Purn) R.Soekardi yang pernah menjabat ketua Fraksi Karya pembangunan dan wakil ketua DPR/MPR.Mayjen R.Soekardi adalah Ketua DPP Golkar di era kepemimpinan Ketua Umum Amir Murtono dan era Ketua Umum Sudharmono.
    Anak muda ini menyelesaikan pendidikan di Amerika serikat.Ia meraih gelar Master Hubungan Internasional (Master of International Affairs) bidang kebijakan keamanan Internasional pada bulan Mei 2008 dari school of International and public Affairs (SIPA) Columbia University, New york,AS. Di Kampus inilah ,Barack Hussein Obama,Presiden AS terpilih dari Partai Demokrat Menyelesaikan studi strata satu(S-1).Sebelum menimba ilmu di Colombia University,Jerry berhasil meraih gelar Bachelor of Arst bidang Ilmu Politik di Universitas of San Fransisco pada bulan mei 2006.Saat ini ,Jerry bekerja sebagai Staf Ahli ketua DPR RI (H.Agung Laksono) dan Dosen Fisip Univ. Indonesia jurusan Hubungan Internasional. Di Partai Golkar ,Jerry duduk sebagai fungsionaris Tingkat Pusat,pengurus Pusat BIK (Badan Informasi dan Komunikasi) dan BAPPILU (Badan Pengendalian dan pemenangan pemilu) DPP Partai Golkar.
    7 PROGRAM KERJA (JERRY A.K. SAMBUAGA)

    1. Memajukan bidang Pendidikan dalam kerangka pendidikan untuk semua (education for all),termasuk memperjuangkan pendidikan gratis sampai tingkat SMU, dan beasiswa bagi mahasiswa untuk melanjutkan studi pada perguruan tinggi berkualitas di luar negeri.

    2.Mendorong percepatan peningkatan kualitas prasarana,sarana,dan fasilitas kesehatan serta memasyarakatkan gerakan kebersihan.

    3.Mendorong percepatan reformasi birokrasi dan terwujutnya good governance serta peningkatan kualitas pelayanan masyarakat (Public service).

    4.Memperkuat Partisipasi generasi muda dalam pembangunan nasional untuk membentuk identitas diri sebagai warga bangsa yang mampu menjaga martabat bangsa di kancah Internasional / Global.

    5.Memajukan usaha mikro, kecil , menegah (UKM) dalam rangka meningkatkan perekonomian bangsa.

    6.Memperjuangkan terjaminnya rasa aman bagi seluruh golongan masyarakat serta meningkatkan toleransi dan kerukunan hidup berbangsa tampa membeda-bedakan latar belakang suku, keturunan ,agama dan ras.

    7.Meningkatkan perlindungan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) yang belajar dan bekerja di luar negeri termasuk jaminan hukum dan pengakuan dari negara yang dituju.

    Untuk menghubungi Jerry Hub: Jln.Cimandiri No.11 Cikini jakarta Pusat 10330. Telp: +62-21 314 1613 fax: +62-21 390 0438
    Website: http://www.jerry.sambuaga.com. E-mail: jerry@jerrysambuaga.com.
    CUKUP CONTRENG NOMOR URUT 7 – NYA SAJA !
    inilah sebagai sebuah gambaran caleg termuda partai Golkar yang diusung untuk menggairahkan pesta Demokrasi di Indonesia, yang muda yang berkarya dan yang maju. Selamat Buat Jerry semoga menjadi harapan bagi masyarakat,bangsa dan negara Indonesia terutama kaum pemilih muda dari DKI Jakarta II, sebagai Dapil jerry dalam mendulang suara untuk caleg DPR RI Dari Partai Golkar. (Addy DM/MA)

  5. Addy djulizal masdar

    Bursa Caleg Demokratis 2009. (https://korandemokratis.wordpress.com) masdar_addy@yahoo.com

    FURKONI (CALEG PKB KADER NU 24 KARAT).

    Melirik Ketokohan anak muda NU yang cukup handal untuk menjadi sorotan di Demokratis.Tokoh kita ini, Nama yang tidak asing lagi di PP.GP Ansor: Furkoni,SH. Pembaca sekalian dapat melihat kiprah dan perjuangan yang tak pernah lelah untuk masuk menuju Gedung DPRRI senayan Jakarta.Karena Tokoh ini bukanlah wajah baru di Bursa Caleg DPRRI, melainkan sudah 3 kali dicalonkan menjadi caleg DPR RI dari Partai yang sama, yaitu caleg DPR-RI dari PKB.
    Riwayat Caleg Furkoni di PKB:
    1 Tahun 1999 caleg Nomor :Urut 3 Dapil jateng,Kab.Pemalang.(Tidak Lolos Masuk Senayan).
    2.Tahun 2004 Caleg Nomor Urut 4,Dapil 10 Jateng (Pekalongan-pemalang-bantang-kota pekalongan).(Tidak lolos kesenayan karena hanya 2 kursi yang lolos).
    3.Tahun 2009 Caleg Nomor Urut 5 Dapil II Jateng.(Kab.Kudus-Demak-Jepara).

    Indikator kenapa caleg Furkoni disebut 24 karat,sebab SMAnya Wahid Hasyim Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang.Sekolah Pesantrennya : Tebu Ireng Jombang yang didirikan Oleh KH.Hasyim Asyhary yang dikenal adalah : Kakeknya Gusdur (Mantan Presiden RI Ke 4),
    dalam menempuh pendidikan Tinggi,Furkoni,SH Kuliah di Univ.Darul Ulum Jombang yang rektornya sendiri adalah: Gusdur (KH.Abdurrahman Wahid).
    Riwayat Organisasi: Furkoni aktif di berbagai organisasi Banom NU:
    1.Furkoni,SH sebagai Pengurus PP.GP.Ansor selama 3 Periode, Yang ketua Umum Gp.Ansor di-
    Jabat oleh H.Syaifullah Yusuf (sekarang Wagub Jawa timur) Yang jelas keponakannya,
    Gusdur.
    2.Furkoni,SH,di PKB, pendiri partai Kebangkitan Bangsa dan ketua dewan Syuronya adalah :
    Gusdur juga.
    3.Wakil Komandan Banser Jateng sebelum Tahun 1995.

    Dengan begitu,menurut saya tutur furkoni saat dialog dengan addy dm di PP.GP Ansor Pusat,mengatakan :” sangat yakin bakal jadi meraih tiket kursi kesenayan mewakili Dapil II Jateng.(Kab.Kudus-demak-Jepara).Karena itu dapil basis NU. Dan dalam riwayat sejarah masa lalu,di daerah itu: Terdapat kerajaan demak (Kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa).Karena ada bukti peninggakan sejarah ,Masjud Agung Demak yang sudah terkenal.Disamping itu didemak juga ada makam Sunan kali jogo (pimpinan wali songo),makam sunan kudus.(yang sering dikunjungi peziarah Ribuan Orang, sehingga dalam sebulan lebih dikunjungi orang pengunjung lebih kurang 30 ribu oarang.Ada juga makam sunan muria.Jadi sebab itu,saya yakin jadi dapat tiket kesenayan,melihat peta tsb, tutur furkoni ke demokratis saat diwawancarai.Alasannya Karena masyarakat di sana adalah basisnya NU.
    Karena sudah menjadi catatan bahwa saya adalah :pengurus PP.GP ansor selama 3 Periode.
    Profesi dan Karir Furkoni,SH :Pengacara (Lawyer).
    Pendidikan Non Formil: Furkoni,SH pernah lulus penataran tingkat Nasional yang sertifikatnya ditandatangani oleh : Utoyo usman,SH, Sebagai penatar P4 tingkat Provinsi.

    VIsi: Mau jadi caleg untuk yang ketiga kalinya adalah: Untuk berjuang di legislatif Untuk mengembalikan Citra Dpr ri dengan cara mengajak teman DPR untuk menjadi angota legislatif yang memberi contoh ketauladanan sebagai anggota DPRRI yang dicintai Rakyat,merakyat,sederhana,bersahaja dan selalu ada dihati rakyat.

    Misi:- Mendukung dan ikut memperjuangkan,serta mendorong setiap progaram yang Pro Rakyat.-Berjuang bersama teman-teman DPRRI yang seide dan sepaham untuk menjadikan Lembaga DPR RI Sebagai sembaga Publik, berikut anggota DPRRI yang duduk di sana bekerja profesional demi kepentingan rakyat secara Nasional.-Berusaha dan bekerja sama yang baik dengan teman-teman DPRRI Mengembalikan Image DPRI ke arah image yang baik dimata Publik.Demikianlah Profile bursa Caleg Kita dari Komunitas anak Muda NU dari dapil Jateng II(Kab.Demak-kudus-jepara) yang dipaparkan disitus ini.(Addy DM)E-mail: Masdar_addy@yahoo.com HP: 08818832118.

  6. Koalisi Partai Islam dalam Pemilu 2009

    Perolehan suara partai-partai Islam pada Pemilu 1999 dan 2004 mengalami penurunan jika dibanding Pemilu 1955. Lantas apakah masih relevan ide koalisi partai Islam dalam Pemilu 2009, berikut perbincangan dengan Wasekjen PPP Husnan B Fanani, Direktur Charta Politica Aria Bima, dan Wasekjen DPP PAN Ali Taher.

    Pak Husnan, apa tanggapan Anda soal ide ini?
    Ide ini baik-baik saja. Berarti sesuatu yang lebih maju. Berpikir lebih mencerahkan. Kita perlu tahu, benarkah ada kesepakatan yang pasti antara partai-partai Islam untuk melakukan koalisi. Koalisi ini juga macam-macam, koalisi permanen, taktis, strategis, ideologis atau pragmatis. Kira-kira yang mana, ini perlu pembicaraan lebih lanjut. Tentunya tidak bisa hanya satu atau dua partai Islam.
    Koalisi mana yang ideal?
    Sebetulnya kita perlu lihat sejarahnya. PPP sendiri merupakan sebuah fusi dari empat partai Islam besar di tahun 1955. Bukan hanya sekadar koalisi. Yang lahir tahun 1973 dari Partai NU, Syarikat Islam, Masyumi dan Perti. Empat partai ini bergabung dan sepakat membentuk PPP.
    Meskipun tidak dimungkiri persatuan partai Islam ini tidak lepas dari peran pemerintah Soeharto?
    Betul. Blessing in disguise. Ketika rezim Soeharto menyatukan, ternyata partai-partai Islam bisa. Nah, fakta membuktikan ketika 1999 saat kebebasan politik dibuka kembali, kita lihat, PKB mewakili NU, PAN mewakili Muhammadiyah.
    Bung Bima, tahun 1999 lalu koalisi partai Islam membentuk ”Poros Tengah” dan menghasilkan Gus Dur sebagai Presiden. Apakah Pemilu sekarang bisa muncul tokoh macam itu?
    Di atas kertas saya tidak melihat pra-kondisi kuat untuk memunculkan koalisi partai Islam. Patut diingat realitas 1999 sangat berbeda dengan sekarang. Saya melihat ”Poros Tengah” tidak sepenuhnya mengusung suara Islam. Tapi lebih ke soal, figur siapa yang bisa diterima. Apakah Akbar Tanjung, Gus Dur, Amien Rais dan lain-lain. Ada drama di rumah Pak Habibie waktu itu, pemunculan figurnya tinggal urut kacang. Setelah Habibie ditolak, apakah Pak Akbar mau, Pak Hamzah mau dan seterusnya. Yang harus diingat bahwa Pemilu saat itu tidak langsung. Tidak mudah lagi menggiring jutaan konstituen ketimbang beberapa orang. Berikutnya, saat ini sentimen publik tidak terlalu bagus, loyalitas terhadap partai yang mengusung suara Islam. Karena mereka mengecewakan publik dalam isu-isu keseharian. Sekarang yang menentukan bukan lagi sentimen ideologi tapi figur. PPP berbicara pada figur, yang prospektif tetap SBY atau siapa lagi. Jadi nomor satu sekarang, gerbong politik akan ke mana. Bukan lagi sentimen keislaman.
    Pak Ali, bagaimana ide koalisi ini Pak?
    Momentum koalisi partai Islam sudah lewat. Bagi PAN sebagai partai majemuk, ini isu politik untuk memagari konstituen masing-masing. Bagi PAN, memang berbasis Islam tapi semangatnya majemuk. Saya kira yang perlu dilihat nanti adalah, bagaimana Pemilu 2009 partai-partai Islam ini dapat suara sebanyak-banyaknya, baru mungkin bisa bahas koalisi. Kalau sekarang suara belum nampak. Bagaimana kita bisa memperhitungkan koalisi.
    Apa yang membedakan Pemilu 2009 dengan sebelumnya?
    Sekarang isu ideologi tidak menarik. Arena politik itu berdasar sudut pandang kerja-kerja yang dirasakan publik. Ini yang menonjol dari situasi politik sekarang. Hidup adalah perbuatan. Hidup adalah teladan dan perjuangan.
    Pak Husnan, bagaimana dengan PPP?
    Partai-partai yang berbasis Islam juga masih memegang idelogi yang dikedepankan. Memang kita harus melihat fakta bahwa ideologi tidak lagi jadi sorotan. Namun setidaknya partai Islam masih ada dan memiliki suara. Walaupun dia terpecah di mana-mana.
    Pak Ali, apa pertimbangan untuk koalisi sebetulnya?
    Intinya kalau bicara koalisi adalah bagaimana memperoleh suara sebanyak-banyak di parlemen baru kita bicara soal strategi ke depan. Kalau suara belum dapat, kerja politik belum dilakukan, bagaimana partai Islam bisa dapat dukungan. Di kalangan umat Islam pun isu Islam tidak menarik. Sekarang ini yang menarik program kerja, kerakyatan, silaturahmi. Isu akhlak ternyata lebih mendominasi ketimbang ideologi yang normatif.
    Bung Bima, peran ideologi apakah benar sudah tidak penting?
    Antara ya dan tidak. Ya dalam arti survei menunjukkan, bahwa sentimen agama sudah tidak diminati lagi. Dalam derajat tertentu masih menjadi realitas politik, bahwa ada masyarakat yang memilih karena agama. Mungkin persentasenya antara 30-35. Mayoritas memilih untuk sentimen nasionalis. Nah, apakah partai Islam ini mampu untuk membidik dan menjaga captive market yang sudah ada. Tidak mudah. Syaratnya antara lain adanya tokoh yang mampu menyatukan. Figur yang bisa melampaui sekat-sekat organisasinya dan lingkungan masing-masing. Dan bisa diterima oleh mereka. Apakah mampu mengatasi perbedaan ideologi yang masih ada, misalnya antara NU dan Muhammdiyah yang berbeda pendapat soal meletakkan isu negara dan politik.
    Pak Ali, pertimbangan apa yang paling dicari PAN kalau mau koalisi?
    Kita jujur, kalau kita tidak memiliki suara yang signifikan, bagaimana kita bisa koalisi. Yang harus dikerjakan partai Islam adalah menyangkut ideologi, dan itu memang masih ada. Tapi sekarang rakyat butuh sesuatu yang konkret. Suasana baru. Dapat apa rakyat dalam proses politik. Rakyat di lapangan butuh kerja politik, kerja keras, pragmatis untuk membangun kesejahteraan rakyat. Faktor keteladanan tokoh politik dalam partai Islam sangat penting. Ketua umum harus jadi panutan. Sekjen dan pengambil keputusan harus memberi contoh yang baik. Jika tidak, maka akan ditinggal orang. (***)

    kutipan harian joglosSemar.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: