Jakarta,Demokratis (Neoliberal dan Ekonomi kerakyatan).

NeoLiberal dan ekonomi Kerakyatan

Jakarta,Demokratis

Polemik Neoliberal VS Ekonomi kerakyatan yang menjadi Isu Politik oleh Para Capres dan Pendukung Capres, menjadi Isu yang populer dalam ajang pemilu Pilpres 2009. Isu ini menjadi isu yang menggelinding ke ranah publik karena situasinya mendukung sekali, sebab dunia sa’at ini dihadapkan pada situasi krisis Global. Hal ini pulalah yang kemudian dimanfa’atkan oleh kalangan politisi untuk mengemas jadi jualan politik yang cocok di gulirkan.

Dalam Diskusi di Freedom Institute Selasa,26 mai 2009 jam 19.wib, antara pengamat ekonomi dan peserta yang hadir baik mahasiswa, Lsm dan media. di uraikan secara umum tentang titik-titik perbedaan antara sistim ekonomi kerakyatan  dan Neoliberal. Diantaranya disini yang dapat sebutkan:

1. Ekonomi Kerakyatan:Ada Subsidi Dari Pemerintah, Neoliberal cenderung anti subsidi. Pada sendi-sendi ekonomi.

2. Ekonomi kerakyatan berorientasi pada UKM&Koperasi, sedang Neoliberal cenderung berorientasi pada ekonomi makro pasar bebas (Pasar Modal).

3.Ekonomi Kerakyatan berorientasi pada modal ekonomi swadiri (Modal dengan menggali kemampuan Sendiri rakyat), Istilah Bung karno ekonomi Berdikari, Neoliberal modal ekonomi didapatkan dengan Investasi asing dari luar dengan cara mengundang investasi dengan memenuhi syarat yang diinginkan investor untuk mau Investasi.

4.Ekonomi Kerakyatan memberikan ruang bagi pemerintah untuk intervensi pada kebijakan pasar, sedangkan Neoliberal menyerahkan sepenuhnya kepada kebijakan pasar bebas.

5. Istilah kata ekonomi kerakyatan lebih mudah diingat oleh pelaku ekonomi rakyat kecil, karena bahasa yang digunakan memang bahasa lokal, istilah Neoliberal agak sulit dicerna oleh masyarakat kelas bawah Indonesia, karena dari bahasa Asing dan lebih cenderung bahasa elit milik kaum intelektual kelas atas.

Demikian gambaran singkat tentang Ekonomi kerakyatan dan Neoliberal yang dapat disampaikan disini. Akan tetapi dari apa yang menjadi polemik di media massa antara neoliberal dan ekonomi kerakyatan yang menjadi jualan para politikus dan pendukung Capres di media. Hal ini belum dapat digambarkan secara detail bahwa mereka masing-masing memang sudah punya program yang kongrit untuk mengangkat ekonomi Indonesia kepermukaan.

Karena istilah ekonomi kerakyatan dan neoliberal ini, masih terlihat hanya menjadi jualan politik kepada rakyat dan pemilih untuk mendapat dukungan dalam memenangkan persaingan dalam merebut hati pemilih.(Adm) addydjulizalmasdar@yahoo.co.id

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: